Penetapan Hari Raya Idul Fitri 1431 H “SELAMAT HARI IDUL FITRI”


tepat hari Rabu sore tanggal 8 september 2010 para ulama dan memteri agama Republik Indonesa menempatkan menggelar sidang isbat untuk menetapkan hari berakhirnya Ramadhan dan datangnya Syawal bagi umat muslim di Indonesia.Setelah sebelumnya melakukan pengamatan dibeberapa titik didaerah untuk melihat hilal,maka sidang yang dipimpin Menteri Agama RI tersebut, menetapkan bahwa 1 syawal 1431 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 10 September 2010. Memang tidak semua umat muslim Indonesia mengikuti ketetapan ini,kelompok muslim Naqsabandiyah di Sumatera Barat sudah mengahiri Ramadhan dan ber Idul Fitri pada hari Rabu tanggal 8 september 2010. Hal tersebut dikarenakan metode yang diterapkan berbeda. Sebagian kelompok memang ada yang sering merujuk pada ahli astronom dalam berpatokan pada ilmu hisab yaitu kaum Rofidhoh. Sebagian ahli fiqh pun ada yang satu pendapat dengan mereka. Namun Al Baaji mengatakan, “Cukup kesepakatan (ijma’) ulama salaf (yang berpedoman dengan ru’yah, bukan hisab, -pen) sebagai sanggahan untuk meruntuhkan pendapat mereka.” Ibnu Bazizah pun mengatakan, “Madzhab (yang berpegang pada hisab, pen) adalah madzhab batil. Sunguh syariat Islam elah melarang seseorang untuk terjun dalam ilmu nujum. Karena ilmu ini hanya sekedar perkiraan (dzon) dan bukanlah ilmu yang pasti (qoth’i) bahkan bukan sangkaan kuat. Seandainya suatu perkara dikaitkan dengan ilmu hisab, sungguh akan mempersempit karena tidak ada yang menguasai ilmu ini kecuali sedikit”. Apabila pada Malam Ketigapuluh Sya’ban Tidak Terlihat Hilal”Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan tersebut.” (QS. Al Baqarah: 185) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Apabila bulan telah masuk kedua puluh sembilan malam (dari bulan Sya’ban, pen). Maka janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila mendung, sempurnakanlah bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.” Menurut mayoritas ulama, jika seorang yang ‘adl (sholih) dan terpercaya melihat hilal Ramadhan, beritanya diterima. Dalilnya adalah hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anh. “Orang-orang berusaha untuk melihat hilal, kemudian aku beritahukan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa aku telah melihatnya. Kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan orang-orang agar berpuasa.”[2].Sedangkan untuk hilal syawal mesti dengan dua orang saksi. Inilah pendapat mayoritas ulama berdasarkan hadits. Yang pasti dengan ditetapkan 1 syawal pada hari jum’at,

KELUARGA BESAR DEWAN KERJA CABANG GERAKAN PRAMUKA KWARTIR CABANG GOWA mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H dan kami memohon maaf tentang kesalahan kami.Semoga di hari yang fitrah ini kita kembali putih bersih.  agar semangat dan harapan di Idul Fitri ini kembali putih dan fitrah.amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s