Embarkasi Antara Persulit Pengaturan Jemaah


Kehadiran embarkasi antara menjadi masalah bagi manajemen jemaah. Embarkasi antara dianggap hanya merepotkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) defenitif.
Jemaah sebelum berangkat, dinilai perlu untuk disatukan agar terjadi asimilasi antarmereka dan pemahaman aturan embarkasi bisa berlaku kolektif. Padahal, dalam embarkasi antara, jemaah yang berbeda provinsi hanya bertemu saat menjelang pemberangkatan di bandara.
Hal tersebut dikemukakan anggota Komisi E DPRD Sulsel, Abu Bakar Wasahua menyikapi amburadulnya pengelolaan jemaah calon haji (JCH) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) gabungan yang melibatkan jemaah dua embarkasi, yakni embarkasi defenitif dan embarkasi antara. Hal itu dilontarkan Abubakar ketika memantau proses penerimaan jemaah Kloter 28 asal Gowa oleh PPIH Embrakasi Makassar di Asrama Haji Sudiang.
Sebanyak 101 jemaah asal Gowa diterima, Minggu, 31 Oktober. Jemaah ini akan bergabung dengan jemaah asal Gorontalo dengan kloter yang sama. Hanya saja, proses pengasramaannya terpisah karena Gorontalo memiliki embarkasi sendiri sedangkan jemaah Gowa menjalani pengasramaan di Asrama Haji Sudiang.
Hal inilah yang memicu adanya miskomunikasi. Masing-masing daerah menginginkan nomor rombongan awal sehingga terjadi penggandaan nomor.
Artinya, nomor rombongan dan nomor regu yang dimiliki jemaah Gorontalo juga dimiliki oleh jemaah Gowa. “Adanya embarkasi antara sangat merepotkan. Ke depan jangan lagi dibiarkan begitu. Justru keutuhan jemaah dibangun pada saat seperti ini,” urai Abubakar.
Menurutnya, dengan penggunaan sistem embarkasi antara, beragam kendala muncul dan cenderung merugikan jemaah. Selain pengaturan nomor rombongan dan nomor regu yang berpeluang ganda, juga interaksi antar jemaah akan terkendala karena tidak saling mengenal.
Mereka hanya dipertemukan pada saat menjelang penerbangan. Sehingga dikhawatirkan, kata dia, akan timbul arogansi setiap daerah karena terpisah embarkasinya namun dalam satu naungan embarkasi.
Penyebab terjadinya nomor rombongan dan nomor regu ganda, lanjut Abubakar, dipicu oleh tidak tertatanya sistem pengelolaan haji antara embarkasi antara dan embarkasi defenitif. Komunikasi sering terputus sehingga berimplikasi bagi jemaah.
“Syarat penyelenggaraan haji ke depan, tidak ada lagi pemisahan (antara jemaah embarkasi antara dan embarkasi defenitif, red). Tidak ada masalah jemaah digabung dari berbagai provinsi, tetapi keutuhan kloter bisa dilihat dari Asrama Haji Sudiang,” tambahnya.
Adanya embarkasi antara, lanjut dia, juga berpotensi menimbulkan arogansi antara embarkasi antara dan embarkasi defenitif. Hasil pemantauan tersebut, kata dia, akan dibawa ke rapat yang membahas penyelengaraan haji di DPRD Sulsel.
Menurutnya penyelenggaraan haji yang berkaitan dengan embarkasi antara akan menjadi bahan evaluasi bagi DPRD Sulsel, kendati pun untuk persoalan itu, wewenang untuk melakukan peninjauan adalah DPR RI.
“Karena ini (masalah embarkasi antara, red) terjadi di Sulsel, maka ini otoritas kita. Paling tidak bagi teman-teman di pusat ini akan menjadi isyarat untuk menertibkan kloter seperti ini (kloter yang jemaahnya terdiri atas jemaah embarkasi antara dan embarkasi defenitif, red),” tandasnya.
Terpisah, Koordinator Embarkasi Antara Gorontalo Zona Makassar, Arfan Sery Yusuf, berpendapat sebaliknya. Menurutnya, dengan kehadiran embarkasi antara, jemaah Gorontalo bisa lebih mudah pengelolaannya.
Proses memasuki Asrama Haji Sudiang tidak lagi dilalui. “Sistem embarkasi antara sangat membantu karena kalau masih menggunakan embarkasi Makassar, mesti ke Sudiang dulu. Jadi masih ada beberapa implikasi yang muncul,” katanya.
Bagi jemaah Gorontalo, lanjutnya, hal itu akan memberi kemudahan. Pengeluaran mereka juga bisa ditekan dengan adanya embarkasi antara karena tidak ada lagi biaya akomodasi dan biaya lainnya yang berkaitan dengan pengasramaan jemaah.
Terkait dengan kritikan bahwa jemaah tidak saling kenal khususnya di kloter gabungan dua embarkasi, menurut Arfan, itu bukan sesuatu yang baru terjadi. “Sudah setiap tahun begitu, bergabung dengan daerah lain,” kuncinya. (zuk)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s